Mempertanyakan Rumah?

Lagu: Nanti Kita Seperti Ini - Batas Senja

(gua saranin buat play lagu ini, tulisan ini ada setelah gua mendengar ini. click aja)

Setiap orang mengetahui seperti apa itu rumah, berbentuk, berpintu, beratap dan standarnya mungkin rumah adalah sesuatu yang bisa ditinggali. Memiliki kamar yang luas dengan alat penyejuk ruangan juga dilengkapi tempat bersantai kala hari kerja menunggu di tanggal berikutnya. Imajinasi seseorang bisa beragam tentang sebuah rumah.

Tetapi, seperti apakah rumah itu sebenarnya?
Jika kita sudah benar-benar dalam kondisi sadar dan mempertanyakan "apa itu rumah?" Mungkin sebelum pertanyaan itu ada hidup masih baik-baik saja tanpa sedikit pun pertanyaan, karena, diri ini masih bahagia dengan keadaan, situasi dan suasananya. Ketika semuanya berubah menjadi kacau, perpisahan, sakit hati, penolakan, dll...

Kita mulai mempertanyakan tempat kita berada.

Inilah titik manusia menjadi kritis dengan keadaannya sendiri. Untuk melindungi perasaannya, ia akan mendefinisikan hal yang mungkin saja menurutnya bahagia. Dalam keadaan ini, diri menjadi seorang penuntut dan egois. Diri harus bahagia dengan definisi yang telah dibuat.

"Aku bisa terus bahagia jika dia tidak pergi."
"Penolakan ini akan membuatku kehilangan kesempatan."
"Kau harusnya bisa mengerti dan paham apa yang aku inginkan."
"Kukira kau adalah tempat segala keluhku akan berkunjung."

Tahap ini akan selalu menyakiti diri sendiri sampai pada tingkat, luka telah biasa. Tetapi mari kita kembali kepada definisi rumah, seperti apakah ia sebenarnya saat kita telah benar-benar berpikir?

Tidak ada jawaban pasti. Bagi sebagian orang rumah adalah kampung halaman. Ada juga yang mengatakan rumah ada suasana. Dan jawaban paling realis rumah adalah bentuk bangunan yang kita nyaman tinggal di dalamnya. Saat kita benar-benar berpikir definisi rumah mungkin akan berbeda dari sebelumnya, mungkin berbeda dari semua orang. Tapi ada satu hal pasti, rumah adalah harapan yang kita definisikan dengan perasaan bahagia di dalamnya.


—a fad patappa

Kendari-Raha, 2023

Komentar

Populer