Puisi | Tubuh Kota, Tekukur dan Puisi Lainnya...

Beberapa puisi yang saya tulis ketika masih di Kalimantan Utara, Sebakis. Selamat Menikmati... 


Tubuh Kota

 

aku melihat  kota

di sana anak-anak kecil berlarian dari tubuh-tubuh

orang dewasa.

 

kota melibatkan banyak suara

dan kaca jendela. aku melihat keramaian

bibir-bibir sepanjang 24 jam. waktu blong

berjalan di sepanjang trotoar.

aku melihat lampu merah, baliho, polusi, polisi

dan sejenis sepi yang berkeliaran di ujung mata.

 

mengerti kota melelahkanmu tanpa lelah.

 

2021.


Tekukur


Lama saya kembara panjang

barangkali musim kini penuh sunyi.

suara-suara tekukur, terjejak bunyi

masa silam yang terbaca di pelipismu.


kita kembali pada tubuh kampung halaman

di mana burung-burung beterbang

lalu terpintas kita berlari-lari ke empang.

sudahkan masa, kita kembali dulu kepada


ibu yang menunggu pada azan magrib.


Kaltara, Juli 2021.


Doa Insomnia


“Ya Tuhan. Izinkanlah tidurku

berganti bait-bait puisi”.


Kaltara, Juli 2021.


Matamu

Untuk Liana Shiba


sesekali, aku merasa pernah melihat matamu

mungkin ketika lekas dari mimpi yang kudiami.

atau ketika papasan mata dengan mata orang-orang di jalan

seperti ada di mana pun di setiap letak keberadaanku

selalu singgah di tempat-tempat persinggahanku.

di bandara ketika pergiku, di awan-awan kulihat,

di luar kaca mobil yang berjalan, di hutan-hutan yang kulewati,

matamu awas dengan liar, seperti memperhatikan gerak-gerikku.


Barangkali aku hanya merasa, tetapi melihat langit malam

Memberikan perasaan seru,

seperti bulan purnama adalah matamu.


Sebakis, 2021-2023. 


Cornelius


Darah tinggi tak bisa merendah

bila kau sering marah-marah.


2021-2022. 


Komentar

Populer